Kenapa Jepara Panas Banget? Ini Penjelasan BMKG
JEPARA, ZonaIntiMedia.com – Warga Jepara belakangan ini banyak merasakan cuaca yang jauh lebih terik dari biasanya. Siang hari terasa menyengat, sementara udara juga terasa gerah meski langit tidak selalu benar-benar cerah.
Kondisi tersebut bukan sekadar perasaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan suhu di sejumlah wilayah Jawa Tengah, termasuk Jepara, dapat mencapai 36 derajat Celsius pada Kamis, 24 September 2026.
Lantas, apa yang membuat Jepara terasa begitu panas?
Musim Kemarau Masih Berlangsung
Salah satu faktor utamanya adalah kondisi musim kemarau yang masih berlangsung. Analisis BMKG menunjukkan sebagian besar wilayah Jawa Tengah masih berada dalam periode musim kemarau.
Pada September 2026, BMKG juga mencatat kondisi atmosfer yang relatif kering serta curah hujan yang rendah di sebagian besar wilayah Jawa Tengah. Bahkan, Jepara masuk dalam wilayah yang mendapat peringatan dini kekeringan meteorologis.
Kondisi tanah dan lingkungan yang lebih kering membuat panas pada siang hari terasa lebih kuat.
Langit Minim Awan, Sinar Matahari Lebih Maksimal
Cuaca cerah atau cerah berawan juga menjadi faktor penting.
Ketika pertumbuhan awan pada siang hari sedikit, sinar matahari dapat mencapai permukaan bumi dengan lebih leluasa. Akibatnya, permukaan tanah, jalan, bangunan dan kendaraan menyerap energi matahari lebih banyak sehingga udara di sekitar permukaan terasa semakin panas.
BMKG menjelaskan bahwa kondisi minim awan pada musim kemarau dapat menyebabkan penyinaran matahari ke permukaan bumi tidak banyak terhalang. Kondisi tersebut membuat suhu siang hari terasa lebih terik.
Jepara Masuk Wilayah yang Bisa Mencapai 36 Derajat
Panas di Jepara juga bukan kejadian yang hanya berlangsung satu hari.
Pada 16 September 2026, BMKG telah memprakirakan suhu sejumlah wilayah Jawa Tengah, termasuk Jepara, dapat mencapai sekitar 36 derajat Celsius. Kondisi serupa kembali diprakirakan pada 23–24 September.
Artinya, periode panas yang dirasakan masyarakat Jepara memang berkaitan dengan pola cuaca regional Jawa Tengah yang sedang didominasi kondisi kering dan minim hujan.
Kenapa Terasa Lebih Panas dari Angka Suhu?
Angka 36 derajat Celsius sebenarnya belum menggambarkan seluruh sensasi panas yang dirasakan tubuh.
Kondisi lingkungan, kelembapan, paparan langsung sinar matahari, minimnya angin, serta panas yang tersimpan pada permukaan jalan dan bangunan dapat membuat suhu terasa lebih menyengat.
Karena itu, berada di bawah terik matahari pada siang hari bisa terasa jauh lebih panas dibandingkan angka suhu yang ditampilkan pada aplikasi cuaca.
Bukan Karena "Panas Bumi" dari Dalam Tanah
Jika istilah "panas bumi" digunakan untuk menggambarkan kondisi Jepara yang sedang panas, penyebabnya bukan karena tanah Jepara tiba-tiba mengeluarkan panas dari dalam bumi.
Fenomena yang sedang terjadi lebih berkaitan dengan kondisi atmosfer, musim kemarau, minimnya tutupan awan dan kuatnya penyinaran matahari.
BMKG juga mencatat bahwa sebagian besar wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau pada September 2026.
Warga Diminta Tetap Waspada
Cuaca panas dan kondisi kering juga membawa dampak lain. BMKG mengingatkan adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi musim kemarau.
Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas langsung di bawah matahari pada periode terpanas, mencukupi kebutuhan cairan, serta memperhatikan kondisi lingkungan yang mudah terbakar.
Bagi warga yang bekerja atau beraktivitas di luar ruangan, penggunaan pelindung seperti topi, pakaian yang sesuai dan perlindungan dari paparan matahari juga dapat membantu mengurangi dampak panas.
Kesimpulan
Jadi, kenapa Jepara terasa panas banget?
Jawabannya bukan karena Jepara sedang mengalami fenomena panas bumi, melainkan karena wilayah ini sedang berada dalam kondisi musim kemarau, curah hujan rendah, atmosfer relatif kering dan penyinaran matahari yang kuat.
Pada 24 September 2026, suhu Jepara bahkan diprakirakan dapat mencapai 36°C. Kondisi tersebut menjelaskan mengapa warga Jepara merasakan siang yang begitu terik dalam beberapa hari terakhir.
Sumber: BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, BMKG.

Posting Komentar