Kronologi Nakhoda KM Virgo Selamat, Dievakuasi Kapal Tanker Pertamina
ZONAINTIMEDIA.COM – Nakhoda KM Virgo Transport 8, Capt. Arief Yunianto, menjadi salah satu korban yang berhasil diselamatkan setelah kapal rute Surabaya–Banjarmasin tersebut mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa, sekitar wilayah Masalembo, pada Minggu, 13 September 2026.
Arief termasuk dalam daftar awak kapal yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Ia kemudian dibawa menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, bersama korban lainnya.
Berawal dari Cuaca Buruk
KM Virgo Transport 8 sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Surabaya pada Sabtu, 12 September 2026 sekitar pukul 06.52 waktu setempat dengan tujuan Banjarmasin.
Dalam perjalanan, kapal menghadapi kondisi cuaca buruk di Laut Jawa. Sebelum komunikasi terputus, pihak kapal dilaporkan sempat memberikan informasi mengenai kondisi tersebut kepada pihak terkait.
Sekitar pukul 02.00 pada Minggu, 13 September 2026, KM Virgo Transport 8 mengalami kondisi listing atau kemiringan kapal dan kemudian kehilangan kontak di sekitar perairan Masalembo.
Kapal Tanker Mendengar Informasi Darurat
Di tengah situasi tersebut, kapal tanker MT Mauhau milik PT Pertamina Patra Niaga sedang berlayar dari Banjarmasin menuju Tuban.
Kapal tanker tersebut menerima informasi mengenai kecelakaan KM Virgo melalui komunikasi radio VHF. Setelah mendapatkan informasi, nakhoda dan awak MT Mauhau langsung bergerak menuju lokasi untuk membantu proses penyelamatan.
Keputusan tersebut menjadi bagian penting dalam proses evakuasi korban. MT Mauhau kemudian berhasil mengevakuasi 16 orang, termasuk Nakhoda KM Virgo, Capt. Arief Yunianto.
Nakhoda Berhasil Diselamatkan
Nama Arief Yunianto kemudian tercatat dalam daftar korban selamat KM Virgo Transport 8.
Ia dievakuasi bersama sejumlah awak dan penumpang lainnya. Data yang dipublikasikan menunjukkan bahwa Arief termasuk dalam kelompok korban yang berhasil diselamatkan dari lokasi kecelakaan.
Namun demikian, hingga informasi yang tersedia saat ini, belum terdapat keterangan resmi yang menjelaskan secara rinci bagaimana tepatnya Arief keluar dari KM Virgo sebelum akhirnya dievakuasi MT Mauhau.
Karena itu, cerita mengenai penggunaan sekoci, rakit penolong, atau cara tertentu lainnya belum dapat dipastikan tanpa keterangan resmi dari pihak berwenang maupun saksi langsung.
Setelah Selamat, Nakhoda Diperiksa
Setelah berhasil dievakuasi, Arief tidak hanya menjadi korban yang diselamatkan. Posisi dan perannya sebagai nakhoda juga membuat keterangannya penting dalam proses penyelidikan kecelakaan KM Virgo Transport 8.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum kapal mengalami listing, kehilangan kontak, hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi terbalik.
Pada perkembangan berikutnya, proses pemeriksaan terhadap nakhoda dan sejumlah anak buah kapal menjadi bagian dari penyelidikan kecelakaan KM Virgo.
Penyelamatan Berlangsung di Tengah Operasi SAR
Keselamatan Arief merupakan bagian dari operasi pencarian dan pertolongan yang melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, serta kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Hingga hari ke-12 operasi pencarian, Basarnas mencatat sebanyak 150 korban telah ditemukan, terdiri dari 108 orang dalam kondisi selamat dan 42 orang meninggal dunia. Sementara berdasarkan data manifes, masih terdapat 93 orang yang belum ditemukan pada saat laporan tersebut disampaikan pada 24 September 2026.
Peristiwa KM Virgo Transport 8 masih menjadi perhatian karena proses pencarian dan penyelidikan terus dilakukan untuk mengetahui secara utuh penyebab serta rangkaian kejadian yang menyebabkan kapal mengalami kecelakaan di Laut Jawa.
Catatan: Informasi mengenai bagaimana persisnya Nakhoda Arief Yunianto keluar dari kapal sebelum dievakuasi belum dijelaskan secara rinci dalam sumber resmi yang tersedia. Karena itu, ZonaIntiMedia tidak menambahkan spekulasi mengenai proses tersebut.

Posting Komentar