Cara Mengatasi Serangan Asma Mendadak: Pertolongan Pertama yang Paling Urgent
Zonaintimedia.com – Serangan asma dapat terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan penderitanya mengalami sesak napas, dada terasa berat, batuk, hingga napas berbunyi mengi. Dalam kondisi seperti ini, pertolongan yang cepat dan tepat sangat penting karena serangan asma berat dapat berkembang menjadi kondisi yang mengancam nyawa.
Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa asma berkaitan dengan penyempitan saluran napas dan dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk asap rokok, debu, perubahan cuaca, alergi, serta iritan tertentu.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Asma Menyerang Mendadak?
Jika seseorang tiba-tiba mengalami serangan asma, berikut langkah pertolongan yang dapat dilakukan.
1. Segera Duduk Tegak
Jangan langsung membaringkan penderita. Duduk dalam posisi tegak dapat membantu proses pernapasan.
Usahakan tetap tenang dan bernapas perlahan. Pakaian yang terlalu ketat di sekitar leher atau dada juga dapat dilonggarkan.
Kementerian Kesehatan RI juga menganjurkan penderita untuk duduk dan mengatur napas secara perlahan saat serangan terjadi.
2. Gunakan Inhaler Pereda Jika Memilikinya
Jika penderita mempunyai inhaler pereda yang memang diresepkan untuk asma, gunakan sesuai instruksi dokter atau asthma action plan.
Untuk inhaler pereda biru yang mengandung salbutamol, panduan NHS menyebutkan satu semprotan setiap 30–60 detik hingga kondisi membaik, dengan maksimal 10 semprotan dalam penanganan serangan. Jika menggunakan spacer, alat tersebut sebaiknya digunakan.
Catatan penting: aturan tersebut tidak otomatis berlaku untuk semua jenis inhaler. Penderita yang menggunakan regimen khusus seperti AIR/MART perlu mengikuti petunjuk dokter atau rencana penanganan asmanya.
3. Jauhkan dari Pemicu
Segera menjauh dari hal yang diduga memicu serangan, misalnya:
Asap rokok
Debu
Asap atau bau bahan kimia
Parfum atau pewangi yang menyengat
Bulu hewan
Udara atau perubahan cuaca tertentu
Pemicu alergi yang sudah diketahui
Menghindari faktor pencetus merupakan bagian penting dalam pengelolaan asma.
Kapan Serangan Asma Harus Dianggap Darurat?
Jangan menunggu terlalu lama apabila kondisi semakin memburuk.
Segera cari pertolongan medis darurat apabila:
Sesak napas semakin berat.
Sulit berbicara karena kehabisan napas.
Inhaler pereda tidak membantu.
Kondisi tidak membaik setelah penggunaan inhaler sesuai dosis darurat.
Penderita tidak memiliki inhaler ketika serangan terjadi.
Penderita tampak sangat lemah, bingung, mengantuk, atau mengalami penurunan kesadaran.
Muncul tanda kekurangan oksigen seperti kebiruan pada bibir.
Panduan NHS menekankan bahwa serangan asma dapat memburuk dengan cepat. Jika kondisi memburuk kapan saja atau tidak membaik setelah dosis maksimal inhaler pereda, bantuan medis darurat harus segera dicari.
Jangan Menunggu Sampai Kondisi Semakin Parah
Kesalahan yang perlu dihindari adalah menunggu terlalu lama dengan harapan sesak akan hilang sendiri.
Jika penderita tidak mempunyai inhaler, atau obat pereda tidak memberikan perbaikan, segera menuju IGD atau hubungi layanan kegawatdaruratan setempat.
Penderita yang mengalami sesak berat juga sebaiknya tidak mengemudikan kendaraan sendiri. Minta bantuan orang lain untuk mengantarkan atau memanggil bantuan medis.
Setelah Serangan Mereda, Tetap Perlu Diperiksa
Merasa lebih baik setelah serangan bukan berarti masalah selesai. Serangan asma yang mendadak dapat menjadi tanda bahwa kondisi asma belum terkontrol dengan baik.
Konsultasikan dengan dokter mengenai obat pengontrol, penggunaan inhaler yang benar, faktor pencetus, serta pembuatan asthma action plan sehingga penderita dan keluarga mengetahui apa yang harus dilakukan jika serangan kembali terjadi.
Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya penggunaan obat sesuai anjuran serta menghindari faktor pencetus untuk membantu mengendalikan asma.
Kesimpulan
Saat serangan asma terjadi secara mendadak, duduk tegak, tetap tenang, gunakan inhaler pereda yang telah diresepkan sesuai petunjuk, dan segera cari bantuan medis jika kondisi memburuk atau tidak membaik.
Serangan asma berat dapat menjadi keadaan darurat. Karena itu, jangan mengandalkan cara rumahan sebagai pengganti pengobatan medis.
Sumber: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan NHS.
Posting Komentar